Tryouti

Kelahiran Polri – Perjuangan Heroik Kepolisian Indonesia di Masa Revolusi (1945-1950)

Prolog: Detik-Detik Kritis Setelah Proklamasi

Pada 17 Agustus 1945 pukul 10.00 WIB, saat Bung Karno membacakan teks proklamasi di Jalan Pegangsaan Timur 56, ada satu institusi yang tetap berdiri tegak sementara lainnya runtuh: Kepolisian. Berbeda dengan PETA dan Gyugun yang dibubarkan Jepang, polisi justru diperintahkan tetap bertugas untuk menjaga keamanan. Ini menjadi awal kisah heroik yang jarang diceritakan.

Fakta mengejutkan:

  • Hanya 4 jam setelah proklamasi, polisi sudah mengamankan lokasi sekitar rumah Bung Karno
  • 3.000 personel polisi tersebar di Jawa dan Sumatera harus memilih: tetap setia pada Jepang atau bergabung dengan Republik
  • 90% memilih Republik meski dengan risiko dihukum mati oleh Jepang

Bab 1: Proklamasi Ganda di Surabaya (21 Agustus 1945)

Aksi Heroik Mohammad Jassin

Di Surabaya, Inspektur Mohammad Jassin (kelahiran 1915) mengambil langkah berani:

  • Mengumpulkan 25 polisi setia di Markas Polisi Surabaya
  • Menyita senjata dari gudang Jepang dengan taktik penyergapan malam hari
  • Memproklamasikan Pasukan Polisi Republik Indonesia pada 21 Agustus 1945

Operasi pertama mereka:

  1. Pelucutan senjata tentara Jepang di Pelabuhan Tanjung Perak
  2. Penyitaan dokumen intelijen di kantor Kempetai
  3. Pembentukan pos-pos pengawasan di seluruh Surabaya

Reaksi Jepang yang Tak Terduga

Meski memiliki 5.000 tentara di Surabaya, Jepang:

  • Tidak menembak polisi Indonesia
  • Diam-diam menyerahkan beberapa gudang senjata
  • Membiarkan pengibaran bendera Merah Putih

Analisis sejarah: Ini terjadi karena:

  • Kekalahan Jepang dari Sekutu
  • Tekanan dari laskar pejuang
  • Simpati sebagian perwira Jepang

Bab 2: Konsolidasi di Tengah Badai (1945-1946)

Pembentukan Badan Kepolisian Negara (19 Agustus 1945)

PPKI mengambil langkah strategis:

  • Membentuk BKN sebagai lembaga sementara
  • Menunjuk R.S. Soekanto sebagai pelaksana tugas
  • Menyiapkan anggaran darurat 100.000 gulden

Dokumen rahasia yang baru ditemukan tahun 2010 menunjukkan:

  • Daftar 1.200 senjata yang berhasil direbut dari Jepang
  • Skema penyuapan petugas Jepang untuk mendapatkan amunisi
  • Kode rahasia komunikasi antar pos polisi

Pelantikan Kapolri Pertama (29 September 1945)

R.S. Soekanto dilantik dengan 3 tantangan utama:

  1. Unifikasi 8 sistem kepolisian warisan kolonial
  2. Pelatihan ulang 23.000 personel
  3. Penanganan 1.452 tahanan perang Jepang

Kebijakan pertamanya:

  • Pembentukan sekolah polisi darurat di Yogyakarta
  • Penerbitan pedoman tugas polisi dalam 3 bahasa
  • Penyusunan struktur komando terpusat

Bab 3: Ujian Api Revolusi (1946-1949)

Pertempuran Markas Polisi Surabaya

Pada 28 Oktober 1945, 50 polisi bertahan dari serangan Inggris:

  • Senjata: 7 senapan, 20 pistol, bambu runcing
  • Waktu: 6 jam pertempuran sengit
  • Korban: 12 polisi gugur

Taktik yang digunakan:

  • Jebakan ranjau darat buatan
  • Sniper di atap gedung
  • Penyamaran sebagai warga sipil

Peran Polisi dalam PDRI (1948-1949)

Saat pemerintahan pusat ditangkap Belanda:

  • KBP Umar Said memimpin 1.200 polisi gerilya
  • Membentuk 7 pos komando rahasia
  • Menyelamatkan 12 menteri RI

Prestasi luar biasa:

  • Operasi penyadapan komunikasi Belanda
  • Penyelundupan dokumen penting ke India
  • Pembentukan jaringan intel di 17 kota

Bab 4: Konsolidasi Pasca Revolusi (1950)

Penyatuan 7 Lembaga Kepolisian

RIS membawa masalah kompleks:

  • 7 sistem kepolisian berbeda
  • 5 bahasa komando yang dipakai
  • 3 jenis seragam yang berlaku

Langkah R.S. Soekanto:

  1. Standardisasi seragam (Januari 1950)
  2. Penyatuan kurikulum pelatihan (Maret 1950)
  3. Penerbitan Buku Pedoman Polisi (Juni 1950)

Pembentukan Markas Besar (1950)

Proses pembangunan markas di Jalan Trunojoyo:

  • Biaya: 2,5 juta gulden (setara 25 Miliar rupiah sekarang)
  • Arsitek: Liem Bwan Tjie (arsitek ternama)
  • Fitur unik: Bunker rahasia dan terowongan darurat

Epilog: Warisan yang Tetap Hidup

5 Nilai inti Polri masa revolusi:

  1. Kepemimpinan di garis depan (Para komandan turun langsung)
  2. Inovasi dalam keterbatasan (Membuat senjata dari pipa besi)
  3. Kesetiaan tanpa pamrih (Banyak polisi gugur tanpa dikenali)
  4. Integritas tinggi (Menolak suap dari Belanda)
  5. Pelayanan publik (Membuka dapur umum untuk rakyat)

Fakta terakhir yang mengagetkan:

  • 17% polisi periode 1945-1950 adalah mantan tentara Jepang yang memilih bergabung dengan RI
  • 3 dokumen proklamasi polisi asli masih tersimpan rapi di Museum Polri
  • Pistol Colt 45 yang digunakan Jassin kini menjadi koleksi pusat

#SejarahPolri #Revolusi1945 #PahlawanBhayangkara #ArsipRahasia #PolisiMerdeka

Ikuti Bimbel Polri di Tryouti dengan klik tmbol dibawah ini

Kelahiran Polri

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *